Sadari Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif



          Salah satu indikator yang ada dalam Indikator Keluarga Sehat menurut Kementerian Kesehatan adalah bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. ASI (Air Susu Ibu) adalah sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir. Pemberian ASI kepada bayi yang baru lahir hingga berusia 6 (enam) bulan tanpa tambahan dan atau pengganti makanan (seperti pisang, papaya, bubur nasi, biskuit) atau minuman lain (seperti susu formula, madu, jeruk, air teh, air putih) disebut dengan ASI eksklusif.

          Menurut Kementerian Kesehatan, presentasi cakupan pemberian ASI Ekslusif tahun 2018 secara nasional berada di angka 68,74%. Angka ini sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%. Namun, ada enam provinsi di Indonesia yang belum mencapai target Renstra 2018 dan ada sembilan provinsi yang belum mengumpulkan data.

          Kandungan ASI antara lain sel darah putih, zat kekebalan, enzim pencernaan, hormone dan protein dengan komposisi yang sesuai untuk bayi sampai berumur 6 bulan. Selain itu, ASI juga mengandung karbohidrat, protein, lemak, multivitamin, air, kartinin, dan mineral secara lengkap yang sifatnya mudah dicerna serta sama sekali tidak mengganggu ginjal bayi yang sedang dalam tahap pertumbuhan. Jenis ASI terbagi menjadi tiga, yaitu kolostrum, ASI masa transisi / peralihan, dan ASI matang / mature.

          Manfaat ASI eksklusif bagi bayi antara lain :
1.     Dapat memberikan kehidupan yang baik dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi.
2.     Mengandung antibodi yang berguna untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit.
3.     Meningkatkan kecerdasan bagi bayi.
4.     Terhindar dari alergi yang biasanya timbul karena konsumsi susu formula sapi.
5.     Bayi merasakan kasih sayang seorang ibu secara langsung saat proses menyusui.

Manfaat ASI eksklusif bagi ibu antara lain :
1.     Sebagai kontrasepsi alami saat ibu menyusui dan sebelum menstruasi.
2.     Menjaga ibu dengan mengurangi risiko terkena kanker payudara.
3.     Membantu ibu dalam menjalin ikatan batin kepada anak.
4.     Membantu mengurangi pengeluaran keluarga karena susu formula yang harganya mahal.

Ibu membutuhkan dukungan dari orang orang sekitar untuk menunjang keberhasilan ASI eksklusif, baik berasal dari keluarga ataupun tenaga kesehatan. Dukungan keluarga ini salah satunya berasal dari suami, dimana suami harus berperan aktif dengan memiliki sikap positif dan memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat menyusui. Selain suami, dukungan ini juga berasal dari anggota keluarga yang lain seperti orang tua ibu, mertua, dan anggota keluarga yang sudah mempunyai pengalaman menyusui. Semakin tingginya dukungan akan menyebabkan ibu menjadi lebih termotivasi, semakin semangat, nyaman, dan yakin selama menyusui.

Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam kesuksesan pemberian ASI eksklusif. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif menjelaskan bahwa untuk untuk mencapai pemanfaatan pemberian ASI eksklusif secara optimal, petugas kesehatan dan penyelenggara fasilitas kesehatan wajib memberikan informasi dan edukasi tentang ASI eksklusif kepada ibu dan atau anggota keluarga dari bayi yang bersangkutan dari mulai masa kehamilan sampai dengan periode pemberian ASI eksklusif selesai. Pemberian informasi dan edukasi ini dapat dilakukan dengan penyuluhan, konseling, dan pendampingan.  Informasi dan edukasi yang dapat diberikan pada ibu hamil yaitu memperkenalkan tahapan ASI, jenis ASI, dan memberikan keterampilan cara menyusui yang benar pada bayi mereka saat lahir nanti. Selain itu, petugas kesehatan juga memberikan edukasi dan informasi tentang mengurangi kebiasaan masyarakat yang memberikan bayi mereka yang baru lahir dengan makanan lain, seperti susu formula, madu, pisang, dll.


Sumber :
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Profil Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2018. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI. Sekretariat Jendral.
Retnani, Ajeng Dwi. 2016. Hubungan Peran Perugas Kesehatan dengan Motivasi Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Desa Wonorejo Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Jember. Universitas Jember.
Soetjiningsih. 2012. ASI Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Walyani, E. S. 2015. Perawatan Kehamilan dan Menyusui Anak Pertama agar Bayi Lahir dan Tumbuh Sehat. Yogyakarta. Pustaka Baru press.


21601101010/Sanyuki Khoirunnisa

Post a Comment

0 Comments