Saling peduli terhadap waktu istirahat keluargamu akan meningkatkan kesehatan keluargamu loh, yuk simak teorinya!




Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Maka dari itu, keluarga dapat berperan untuk mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anggota keluarganya dan tentunya dengan kondisi yang baik dapat saling mengingatkan waktu istirahat.
Tidur berarti keadaan berhenti badan dan kesadarannya (biasanya dengan memejamkan mata). Tidur adalah suatu fenomena kehidupan yang berlangsung dalam suatu siklus sirkadian yang memengaruhi siklus endokrin dan pola sikap (behavior) secara langsung atau tak langsung. Jika kurang tidur berlangsung kronis, maka dapat mengganggu konsentrasi. Jadi, tidur dibutuhkan otak untuk menunjang proses fisiologis.
KEBUTUHAN TIDUR itu SESUAI USIA,
Pola tidur yang dijalani sebagian besar orang adalah pola tidur selama beberapa jam dalam satu waktu tertentu. Namun sebagian orang mengabaikan pola ini dan memiliki kebasaan tidur yang dapat mempengaruhi pengaturan hidup sehari-hari.

Sesuai usia dari ter kecil hingga tua kebutuhan tidur setiap orang itu berbeda.
Usia 0-1 Bulan: membutuhkan tidur 14-18 jam setiap hari
1-18 Bulan: membutuhkan tidur 12-14 jam setiap hari termasuk tidur siang
3-6 Tahun: membutuhkan waktu 11-13 jam setiap hari termasuk tidur siang
6-12 Tahun: membutuhkan waktu 10 jam setiap hari termasuk tidur siang
12-18 Tahun: membutuhkan waktu 8-9 jam setiap hari termasuk tidur siang
18-40 Tahun: membutuhkan waktu 7-8 jam setiap hari termasuk tidur siang
Lansia: membutuhkan waktu 6 jam setiap hari termasuk tidur siang.
APA SAJA SIH DAMPAK KURANG TIDUR?
Berdasarkan data dari depkes RI, terdapat 7 poin ancaman akibat kurang tidur.
1.      Hilang konsentrasi saat belajar, bagi anak dengan status pelajar atau orang yang bekerja menggunakan pikirannya dapat mengganggu konsentrasi.
2.      Memperburuk kondisi kesehatan tubuh, berbagai penyakit dapat menghampiri seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan yang lain akibat fungsi fisiologis tubuh terganggu.
3.      Stres yang meningkat, kurang tidur akan membuat sering mengalami stres,  marah-marah tidak jelas dan dapat terlihat murung setiap harinya.
4.      Sering lupa, konsentrasi yang kurang menyebabkan mudah lupa juga, seperti lupa menaruh barang, lupa dengan jadwal dan yang lain.
5.      Kulit terlihat lebih tua, kuliat akan terlihat kusam dan tidak segar, ada kerutan halus didekat mata.
6.      Munculnya obesitas, ketika terjaga dimalam hari akan menyebabkan rasa lapar yang selalu ingin tersalurkan, akhirnya berat ideal akan sulit didapatkan.
7.      Hilang fokus saat berkendara, hal ini disebabkan oleh kelelahan sehingga mengurangi fokus saat berkendara.
“ SETIAP HARI SAYA TIDUR KOK” Tunggu dulu, apakah tidur anda dan keluarga berkualitas?
Setiap orang pastinya membutuhkan istirahat agar tubuh dan pikirannya kembali menjadi segar. Berikut beberapa cara agar tidur menjadi berkualitas:
1.      Hindari konsumsi kopi, rokok, dan alkohol. Caffein, rokok dan alkohol dapat menjadi stimulan bagi syaraf manusia yang menjadikannya susah tidur.
2.      Tetapkan waktu tidur yang teratur, Jam tidur yang berantakan ini bisa mengganggu jam biologis, apabila pola dibangun dalam waktu yang baik secara teratur dapat menjadikannya kebiasaan yang baik.
3.      Sempatkan untuk berolahraga setiap hari, tubuh yang aktif secara fisik akan membuat tidur menjadi nyenyak, namun jangan olahraga mendekati waktu tidur.
4.      Tenangkan pikiran dan mental, jangan terlalu banyak berpikir tentang masalah sebelum tidur, lebih baik digunakan berdo’a dan mempersiapkan mimpi yang indah.
Setiap anggota keluarga dapat saling mengingatkan waktu tidurnya, mengatasi masalah tidur, dan apabila terdapat keluhan mengenai kesulitan tidur, keluarga dapat membawa untuk diperiksakan ke dokter.
“Sleep is self-care too”

Daftar Pustaka
-Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 1990)
-Kementerian kesehatan Indonesia. istirahat cukup. diakses di www.promkes.depkes.go.id
-Stefan lovro et al.2018. Sleep Duration and Sleep Quality Are Associated with Physical Activity in Elderly People Living in Nursing Homes Nov; 15(11): 2512

Dina Rahmi Daroini/21601101041

Post a Comment

0 Comments