Keluarga adalah unit
terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang
yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan
saling ketergantungan. Maka dari itu, keluarga dapat berperan untuk mengontrol
kegiatan yang dilakukan oleh anggota keluarganya dan tentunya dengan kondisi
yang baik dapat saling mengingatkan waktu istirahat.
Tidur berarti keadaan
berhenti badan dan kesadarannya (biasanya dengan memejamkan mata). Tidur adalah
suatu fenomena kehidupan yang berlangsung dalam suatu siklus sirkadian yang
memengaruhi siklus endokrin dan pola sikap (behavior) secara langsung atau tak
langsung. Jika kurang tidur berlangsung kronis, maka dapat mengganggu
konsentrasi. Jadi, tidur dibutuhkan otak untuk menunjang proses fisiologis.
KEBUTUHAN TIDUR itu SESUAI USIA,
Pola
tidur yang dijalani sebagian besar orang adalah pola tidur selama beberapa jam
dalam satu waktu tertentu. Namun sebagian orang mengabaikan pola ini dan
memiliki kebasaan tidur yang dapat mempengaruhi pengaturan hidup sehari-hari.
Sesuai
usia dari ter kecil hingga tua kebutuhan tidur setiap orang itu berbeda.
Usia 0-1
Bulan: membutuhkan tidur 14-18 jam setiap hari
1-18 Bulan: membutuhkan tidur 12-14 jam setiap hari termasuk tidur siang
3-6 Tahun: membutuhkan waktu 11-13 jam setiap hari termasuk tidur siang
6-12 Tahun: membutuhkan waktu 10 jam setiap hari termasuk tidur siang
12-18 Tahun: membutuhkan waktu 8-9 jam setiap hari termasuk tidur siang
18-40 Tahun: membutuhkan waktu 7-8 jam setiap hari termasuk tidur siang
Lansia: membutuhkan waktu 6 jam setiap hari termasuk tidur siang.
1-18 Bulan: membutuhkan tidur 12-14 jam setiap hari termasuk tidur siang
3-6 Tahun: membutuhkan waktu 11-13 jam setiap hari termasuk tidur siang
6-12 Tahun: membutuhkan waktu 10 jam setiap hari termasuk tidur siang
12-18 Tahun: membutuhkan waktu 8-9 jam setiap hari termasuk tidur siang
18-40 Tahun: membutuhkan waktu 7-8 jam setiap hari termasuk tidur siang
Lansia: membutuhkan waktu 6 jam setiap hari termasuk tidur siang.
APA SAJA SIH DAMPAK KURANG TIDUR?
Berdasarkan
data dari depkes RI, terdapat 7 poin ancaman akibat kurang tidur.
1.
Hilang
konsentrasi saat belajar, bagi anak dengan status pelajar atau orang yang
bekerja menggunakan pikirannya dapat mengganggu konsentrasi.
2.
Memperburuk kondisi
kesehatan tubuh, berbagai
penyakit dapat menghampiri seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan
yang lain akibat fungsi fisiologis tubuh terganggu.
3.
Stres yang
meningkat, kurang
tidur akan membuat sering mengalami stres,
marah-marah tidak jelas dan dapat terlihat murung setiap harinya.
4.
Sering lupa, konsentrasi yang
kurang menyebabkan mudah lupa juga, seperti lupa menaruh barang, lupa dengan
jadwal dan yang lain.
5.
Kulit terlihat
lebih tua, kuliat
akan terlihat kusam dan tidak segar, ada kerutan halus didekat mata.
6.
Munculnya
obesitas, ketika
terjaga dimalam hari akan menyebabkan rasa lapar yang selalu ingin tersalurkan,
akhirnya berat ideal akan sulit didapatkan.
7.
Hilang fokus
saat berkendara, hal
ini disebabkan oleh kelelahan sehingga mengurangi fokus saat berkendara.
“ SETIAP HARI SAYA TIDUR KOK” Tunggu dulu, apakah
tidur anda dan keluarga berkualitas?
Setiap orang
pastinya membutuhkan istirahat agar tubuh dan pikirannya kembali menjadi segar.
Berikut beberapa cara agar tidur menjadi berkualitas:
1.
Hindari konsumsi
kopi, rokok, dan alkohol. Caffein, rokok dan alkohol dapat menjadi stimulan
bagi syaraf manusia yang menjadikannya susah tidur.
2.
Tetapkan waktu
tidur yang teratur, Jam
tidur yang berantakan ini bisa mengganggu jam biologis, apabila pola dibangun
dalam waktu yang baik secara teratur dapat menjadikannya kebiasaan yang baik.
3.
Sempatkan untuk
berolahraga setiap hari, tubuh yang aktif secara fisik akan membuat tidur
menjadi nyenyak, namun jangan olahraga mendekati waktu tidur.
4.
Tenangkan
pikiran dan mental, jangan
terlalu banyak berpikir tentang masalah sebelum tidur, lebih baik digunakan
berdo’a dan mempersiapkan mimpi yang indah.
Setiap anggota
keluarga dapat saling mengingatkan waktu tidurnya, mengatasi masalah tidur, dan
apabila terdapat keluhan mengenai kesulitan tidur, keluarga dapat membawa untuk
diperiksakan ke dokter.
“Sleep
is self-care too”
Daftar Pustaka
-Tim
Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 1990)
-Kementerian
kesehatan Indonesia. istirahat cukup. diakses di www.promkes.depkes.go.id
-Stefan
lovro et al.2018. Sleep Duration and Sleep Quality Are Associated with Physical
Activity in Elderly People Living in Nursing Homes Nov; 15(11): 2512
Dina
Rahmi Daroini/21601101041

0 Comments