Kekhawatiran masyarakat
terhadap kesehatan diri akan suatu penyakit menjadikan masyarakat
berbondong-bondong untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, padahal mereka tidak
sedang dalam kondisi yang membutuhkan pemeriksaan di rumah sakit. Kepanikan
merupakan hal yang wajar, terutama ditengah pandemi Covid-19 ini. Akan tetapi
kepanikan, kekhawatiran dan perasaan tidak aman tersebut kadang kala
menimbulkan berbagai gejala seperti susah tidur, sesak, dan nyeri di berbagai
tempat. Banyak orang mengalami keluhan-keluhan yang disebabkan karena kepanikan
mereka, tanpa adanya gangguan secara fisik.
Gejala psikosomatis
adalah gejala fisik/somatis yang timbul akibat pengaruh psikologis. Seperti
contoh ketika tenggorokan kita terasa tidak nyaman, merasa sesak dan atau
gejala-gejala lain yang timbul setelah kita membaca informasi tentang covid-19,
bisa jadi hal tersebut adalah gejala psikosomatis. Tidak ada penyebab tunggal
dari psikosomatis ini, bisa diakibatkan dari beberapa faktor seperti sosial
ekonomi, keluarga, kesehatan dan psikologis (Apriyani, 2018). Psikosomatis
mungkin timbul ditengah maraknya Covid-19 ini pada beberapa orang, sehingga
menyebabkan masyarakat berbondong-bondong untuk memeriksakan diri kepada
fasilitas pelayanan kesehatan. Akan tetapi beberapa hal yang perlu diperhatikan
adalah fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia sangat terbatas, sehingga
menyebabkan tenaga kesehatan mengalami kesulitan untuk menangani masyarakat
yang datang dalam jumlah besar ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk
memeriksakan diri. Untuk mengatasi hal tersebut, pentingnya self quarantine dan self monitoring. Selama self
monitoring, penting untuk mengevaluasi gejala-gejala yang kita rasakan
timbul akibat dari kepanikan atau memang sedang dalam kondisi sakit, oleh
karena itu sangat penting dalam memahami gejala covid-19 ini.
Seseorang akan dengan mudah berasumsi bahwa gejala
– gejala psikosomatik yang mereka rasakan merupakan gejala Covid-19 padahal
sebenarnya itu merupakan manifestasi dari kecemasan diri. Untuk
mengatasi gejala-gejala yang timbul akibat kecemasan dan ketakutan diri,
diharapkan masyarakat dapat mengontrol kesehatan mental mereka dengan tetap
tenang dan melakukan hal-hal produktif selama masa self quarantine. Banyak masyarakat yang mengalami demam, nyeri
tenggorokan, sesak, dan berbagai gejala lainnya dan berfikir bahwa hal tersebut
merupakan gejala dari Covid-19, padahal hal tersebut merupakan gejala
psikosomatis yang tenang dan selalu waspada.
Cara yang dapat
dilakukan untuk membedakan gejala yang kita rasakan disebabkan karena gejala
psikosomatis atau disebabkan karena Covid-19 adalah dengan menjaga
kesehatan, melakukan physical distancing, dan beberapa tindakan pencegahan
penularan lainnya. Apabila tindakan pencegahan telah dilakukan, namun mengalami
gejala yang mirip dengan Covid-19, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala
psikosomatik. Namun apabila gejala yang dirasakan bertambah parah dari hari
kehari, segera periksakan ke pelayanan kesehatan.
Beberapa hal yang dapat
dilakukan untuk mengatasi gejala psikosomatis yang disebabkan oleh Covid-19 ini
adalah dengan menjaga diri tetap tenang ditengah informasi Covid-19 yang
beredar luas terutama di social media, kemudian memantau informasi Covid-19
dari sumber yang terpercaya. Kemudian penting untuk menjaga kesehatan mental
dengan manajemen stress dan berfikir positif tanpa mengabaikan sikap waspada
dan tetap melakukan tindakan pencegahan Covid-19. Disarankan untuk melakukan
aktivitas dan hal-hal produktif ditengah self
quarantine untuk mengurangi kejenuhan.
Kekhawatiran dan
kepanikan terhadap kesehatan diri menjadikan masyarakat berbondong-bondong
untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Beberapa resiko mungkin dapat timbul
ketika kita mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada kondisi
pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, disarankan untuk menunda terlebih dahulu
untuk pergi ke rumah sakit jika tidak sedang dalam kondisi kegawatan,
dikarenakan tidak bisa dipastikan dalam sebuah fasilitas pelayanan kesehatan berisikan
orang dengan penyakit seperti apa, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 ini.
Dan diharapkan fasilitas pelayanan kesehatan tidak menjadi salah satu tempat
penularan Covid-19 ini.
Sumber :
Apriyani, R. (2018). Faktor-Faktor Penyebab
Psikomatis Pada Orang Dengan Kecenderungan Psikomatis Di Samarinda.
21601101037/ Rahma Fitri W.

0 Comments