Anger atau
kemarahan, merupakan respon emosional terhadap peristiwa internal maupun
eksternal yang dianggap sebagai ancaman, pelanggaran atau ketidakadilan.
Kemarahan juga diteorikan sebagai respon fight
or flight yang diyakini dapat melindungi diri dari bahaya. Kemarahan dapat
terjadi di semua usia, anak-anak, remaja, dewasa, laki-laki dan perempuan
semuanya dapat mengalami marah. Kemarahan diekspresikan dengan ungkapan emosi
yang berbeda-beda dari setiap orang, seperti berteriak, mengeluarkan kata-kata
kasar, memukul, diam, menangis dan masih banyak lainnya. Kemarahan mungkin
didorong oleh emosi yang berbeda pada waktu yang berbeda, atau oleh kombinasi
emosi. Namun, terkadang kemarahan hanyalah kemarahan. Emosi bisa dipicu dari peristiwa
internal seperti pikiran, perasaan, keadaan psikologis, dan juga dari peristiwa
eksternal. Interpretasi dari kejadian
yang terjadi kemudian menimbulkan reaksi neurokimia internal. Pada saat itu
kita merasakan adanya respon emosi dan kita bereaksi terhadapnya baik secara
internal dengan lebih banyak pikiran atau emosi atau secara eksternal melalui
perilaku dan tindakan.
Beberapa ahli membagi
kemarahan dalam beberapa gaya (style):
· Aggressive
Semua kemarahan dikeluarkan dan dilepaskan
dengan diekspresikan secara bebas.
· Passive/Aggressive
Menunjukkan kemarahan secara tidak langsung. Pemilihan
bentuk kemarahan yang lebih halus untuk mengungkapkan kemarahan atau perbuatan
licik. Ungkapan kemarahan dengan balas dendam.
· Passive
Kemarahan diinternalisasi atau dikunci.
Kemarahan cenderung ditahan dan dipendam dan tidak ditunjukkan.
· Assertive
Kemarahan dikelola dengan baik dan
dikomunikasikan jika perlu
Jadi, style of anger apa yang anda miliki?
Sebenarnya marah adalah
sesuatu yang normal dan perasaan yang sehat. Emosi marah tidak harus berujung
pada perilaku agresi, marah yang dikelola dengan baik akan memunculkan perilaku
yang dapat diterima norma sosial seperti perilaku asertif, namun jika marah
tidak mampu dikelola dengan baik, maka marah dapat menjadi hal yang berbahaya.
Kemarahan dapat menjadi suatu masalah jika: sering terjadi, terlalu kuat, terjadi terlalu lama, marah yang dapat
menyakiti diri sendiri, orang lain, dan berefek pada hidup kita. Kemarahan
adalah emosi yang cenderung mudah dilihat. Namun, kemarahan sering kali hanya
merupakan puncak gunung es. Emosi lain mungkin disembunyikan di bawah
permukaan, merupakan teori "Angry Iceberg". Ekspresi
kemarahan yang terlihat sebenarnya hanya sebagian kecil dari bongkahan batu es
besar yang terlihat dipermukaan. Sebagian besar gunung es tersembunyi di bawah
air. Ketika kita marah, hanya terlihat ekspresi kemarahan kita, tetapi
sebenarnya ada emosi lain yang tersembunyi di bawah permukaan. Itulah bagaimana
suatu ekspresi kemarahan dapat digambarkan. Tetapi, emosi-emosi lain dibawah
permukaan gunung es yang tidak terlihat, dapat tumbuh dan membangun suatu
gunung, terus tumbuh sampai sesak dan suatu saat akan meledak menjadi kemarahan
yang besar. Adalah "Anger volcano" beberapa material, panas, dan terus
bertambah, lama kelamaan akan membengkak, naik keatas, dan akhirnya meledak.
Jika amarah tidak dapat terkontrol, dapat meledak menjadi suatu kekerasan atau
pelecehan.
Tentu saja kemarahan
harus dikontrol agar tidak menimbulkan kejadian yang membahayakan. Minimal ketika
kita marah, kita sendiri dapat mengontrol dan mengatur emosi agar emosi itu
tidak meledak. Berikut beberapa tips untuk anda dapat mengontrol kemarahan:
- Breath, tarik
nafas dalam adalah teknik paling efektif untuk menurunkan perasaan marah
dan cemas secara cepat
- Admit that you're
anxious or anger, dengan mengakui perasaan yang dirasakan
dan dapat mengekspresikannya, kecemasan dan kemarahan yang dirasakan akan
turun
- Challenge your
toughts, ubah pikiran negatif menjadi pikiran yang positif
- Realease the anxiety
or anger, jalan-jalan atau lari. Terlibat dalam
beberapa aktivitas fisik dapat melepaskan serotonin untuk membantu anda
menjadi tenang dan merasa lebih baik
- Visualize yourself
calm, setelah menarik nafas dalam-dalam, tutup mata dan
bayangkan bahwa anda tenang, lihat badan anda terelaksasi dan bayangkan
anda dapat melewati stress atau cemas oleh karena dapat tenang dan focus
- Think it through, make sure anda merasa terbantu
- Listen to music,
mendengarkan musik memiliki efek yang sangat menenangkan untuk tubuh dan
pikiran anda
- Change your focus,
tinggalkan situasi yang tidak nyaman, lihat ke arah yang berbeda, keluar
dari ruangan atau jalan keluar
- Relax your body,
ketika anda cemas atau marah, rasanya seperti semua otot di tubuh
berkontraksi, dengan melakukan relaksasi otot akan membantu anda tenang
dan fokus pada diri anda
- Write it down, tulis
pikiran anda dalam suatu tulisan
- Get some fresh air, fresh air help calm you down
- Fuel your body, jika
anda dalam kondisi lapar atau haus, teknik-teknik yang dilakukan akan
sulit bekerja, maka penting untuk slow
down and get something to eat
- Drop your
shoulders, duduk tegak, tarik napas panjang, dan
turunkan bahu anda, fokus pada
menyatukannya, lalu ambil napas dalam-dalam
- Have a centering
object, tetap tenang, cari suatu objek seperti benda kecil
atau hewan dan bermainlah
- Identify pressure
point, relaksasi tubuh atau akupuntur adalah cara yang
tepat untuk memanaj kemarahan dan kecemasan
Referensi:
Al Baqi, S. (2015). Ekspresi emosi marah. Buletin psikologi, 23(1),
22-30.
Batscha, C. (1996). Review of Letting go of anger, Angry all the time,
Mind over mood, The clinician’s guide to mind over mood and Coping with
schizophrenia.
The Anger on Iceberg https https://www.gottman.com/blog/the-anger-iceberg/
Anger Volcano on https://www.pinterest.com/pin/166985098671366901/
Anger Management Activities for Teenagers: A
Workbook for Behaviors & Feelings on https://www.pinterest.com/pin/61572719894147542/
15 Ways to Calm
Yourself Down on https://www.healthline.com/health/how-to-calm-down#1
Au DW, et al. (2015). Effects
of acupressure on anxiety: A systematic review and meta-analysis.
ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26002571
ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26002571
Thoma MV, et al. (2013). The effect of music on the human
stress response.
21601101051/Mira Septiana KP

0 Comments