Memiliki tubuh yang sehat tentu menjadi dambaan
setiap orang. Tubuh yang sehat berawal dari pikiran, gaya hidup sehat, dan
makanan sehat yang kita makan. Menurut pedoman gizi seimbang untuk mendapatkan
tubuh sehat optimal salah satunya dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Sayur dan
buah merupakan makanan yang penting untuk dikonsumsi setiap hari, karena sayur
dan buah kaya akan kandungan vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lainnya yang
dibutuhkan tubuh setiap harinya untuk meregenerasi sel-sel tubuh kita agar
tetap sehat. Sayur dan buah juga mengandung enzim aktif yang berfungsi
mempercepat reaksi kimia didalam tubuh. Gizi dan komponen aktif yang terkandung dalam sayur dan buah ini juga
berguna sebagai antioksidan untuk menetralkan radikal bebas antikanker dan
menetralkan kolesterol jahat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang
banyak mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari dapat menurunkan prevalensi
penyakit tidak menular contohnya penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus
dan sebagainya.
Tidak hanya untuk orang dewasa,
mengkonsumsi sayur dan buah penting dibiasakan sejak usia dini yaitu masa
anak-anak. Dalam hal ini dibutuhkan peran, dukungan keluarga terutama orang tua
sebagai figur terdekat anak. Membiasakan anak untuk mengkonsumsi sayur dan buah
sejak dini sangat penting untuk diterapkan, karena setiap hal yang dicontohkan
dan diajarkan kepada anak termasuk membiasakan konsumsi sayur dan buah akan berpengaruh
hingga ia dewasa nanti terutama bagi kesehatannya.
Anjuran kecukupan konsumsi sayur dan
buah dalam pedoman gizi seimbang di Indonesia sama dengan anjuran WHO yaitu konsumsi
sayur dan buah minimal 400 gram/orang/hari untuk remaja dan dewasa, 300
gram/orang/hari untuk balita <5 tahun dan anak usia 5-12 tahun. Contoh
anjuran minimal konsumsi sayur dan buah menurut WHO/FAO (2003) yaitu 5
porsi/hari dimana 1 porsi sayur terdiri dari 1 mangkok sayur segar/½ mangkok
sayur masak dan 1 porsi buah sama dengan 1 potongan sedang. 5 porsi/hari
ini merupakan jumlah minimal, artinya
semakin banyak kita mengkonsumsi sayur dan buah semakin baik untuk kesehatan
(Yulandari, 2013).
Namun pada kenyataannya di Indonesia banyak
orang yang belum menyadari pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah, masih banyak
orang, terutama anak-anak yang tidak suka sayur dan jarang makan buah. Riset
Kesehatan Dasar 2010-2013 menunjukkan bahwa >90% orang Indonesia masih
kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Sejalan dengan hasil Survei Konsumsi
Makanan Individu (SKMI) tahun 2014 bahwa konsumsi penduduk Indonesia terhadap
sayur dan buah masih sangat rendah (Hermina, 2016). Padahal Indonesia merupakan
negara tropis yang kaya akan sayur dan buah, tentunya konsumsi sayur dan buah
yang rendah ini patut untuk disayangkan (Astawan, 2008).
Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya
konsumsi sayur dan buah antara lain yaitu kurangnya pengetahuan mengenai gizi,
pengaruh ketelatenan orang tua dalam membiasakan makan sayur dan buah anak
sejak ia kecil sehingga berdampak pada pola makan yang akan anak bawa hingga
dewasa, tingkat pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, ketersediaan sayur
dan buah dalam keluarga, faktor lingkungan sosial budaya dan sebagainya. Tanpa
kita sadari bila kita tidak bisa mengontrol faktor ini dengan baik, sehingga
angka konsumsi sayur dan buah semakin rendah, akan menimbulkan banyak dampak
negatif bagi kesehatan tubuh.
Adapun dampak dari kurangnya konsumsi
sayur dan buah yaitu dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti menurunnya
sistem kekebalan tubuh (imunitas) sehingga memudahkan seseorang terkena flu, dapat
meningkatkan prevalensi terjadinya penyakit tidak menular seperti tekanan darah
tinggi (hipertensi), kanker, kolesterol tinggi, diabetes mellitus,
osteoporosis, mudah stress dan depresi, gusi mudah berdarah, sariawan, kulit
keriput, gangguan pencernaan seperti sembelit, gangguan mata dan masih banyak
lainnya (Ruwaidah, 2007). WHO juga melaporkan bahwa 31% penyakit jantung, dan
11% penyakit stroke di suluruh dunia disebabkan oleh kurangnya asupan sayur dan
buah di dalam tubuh.
Pentingnya kesadaran kita terutama
keluarga, orang tua, media dan berbagai pihak mengenai manfaat konsumsi sayur
dan buah bagi kesehatan tubuh harus terus di bangun sejak dini. Apabila
konsumsi sayur dan buah mulai dibiasakan sejak dini harapannya dapat menurunkan
resiko penyakit dimasa tuanya. Sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas
hidup anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.
Referensi
Yulandari, Siska. (2013). “Hubungan Tingkat Pengetahuan
dengan Tingkat Konsumsi Buah dan Sayur pada anak kelas IV-V SD Pertiwi 3”.
Padang, Fakultas Keperawatan Universitas Andalas.
Astawan, M. (2008). “Sehat dengan Sayuran: Panduan
Lengkap Menjaga Kesehatan dengan Sayuran”. Jakarta: Dian Rakyat.
Ruwaidah, A. (2007). “Penyakit Akibat Lalai Mengkonsumsi
Buah dan Sayur Serta Solusi Penyembuhannya”. Jakarta: Puspa Swara.
Hermina, dan Prihatini S. (2016). “Gambaran Konsumsi Sayur
dan Buah Penduduk Indonesia dalam Konteks Gizi Seimbang: Analisis Lanjut Survei
Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014”. Buletin Penelitian Kesehatan,
Vol 44, no. 3.
WHO. (2003). “Fruit and Vegetable Intake in a Sample of
11-Year-old Children in ( Europian Countries: The Pro Children Crooss-Sectional
Survey. Ann Nutr Metab”. Epub, 236-245.
WHO/FAO. (2003). “Expert Report on Diet, Nutrition and
The Prevention of Chronic Disease”. United Nations: Technical Report Series
916.
21601101021/Nirmala Bayuningtyas

0 Comments