Stay Positive, Stay Healthy Physically And Mentally


Beberapa waktu belakangan, masyarakat digemparkan dengan kemunculan virus corona di Wuhan,China. Tak hanya itu, virus corona juga telah menyebar ke sejumlah negara, seperti Amerika, Jepang, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Italia hingga Singapura. Virus ini dilaporkan telah menginfeksi ratusan ribu orang dan mengakibatkan kematian pada puluhan ribu orang di dunia. Penyebaran yang kian meluas ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Banyaknya informasi yang beredar mengenai virus corona (COVID-19) tidak hanya mempengaruhi aspek psikososial individu maupun komunitas masyarakat, ini juga bisa mempengaruhi kesehatan mental. Rasa panik, stres,over protect terhadap situasi kehidupan bersosial dan perubahan aktivitas adalah segelintir dampak dari mewabahnya virus yang mengancam pernapasan ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus corona sebagai pandemi pada hari Rabu (11/3/2020). Hal ini membuat pemerintah dan masyarakat dunia makin waspada dengan penyebaran virus corona. Mengikuti perkembangan tentang virus corona memang penting untuk kewaspadaan. Namun terus-menerus terpapar informasi, baik yang terpercaya maupun tidak, juga dapat mengakibatkan seseorang menjadi lebih stres.
Adapun kecemasan adalah perasaan takut yang tidak jelas dan dapat didukung oleh situasi. Ketika merasa cemas, individu merasa tidak nyaman atau takut atau mungkin memiliki firasat akan ditimpa malapetaka padahal ia tidak mengerti mengapa emosi yang mengancam tersebut terjadi. Gangguan kecemasan adalah sekelompok kondisi yang memberi gambaran penting tentang kecemasan yang berlebihan, disertai respons perilaku, emosional, dan fisiologis. Individu yang mengalami gangguan kecemasan dapat memperlihatkan perilaku yang tidak lazim seperti panik tanpa alasan, takut yang tidak beralasan terhadap objek atau kondisi kehidupan, melakukan tindakan berulang-ulang tanpa dapat dikendalikan, mengalami kembali peristiwa yang traumatik, atau rasa khawatir yang tidak dapat dijelaskan atau berlebihan. Pada kesempatan yang jarang terjadi, banyak orang memperlihatkan salah satu dari perilaku yang tidak lazim tersebut sebagai respons normal terhadap kecemasan. Perbedaan antara respons kecemasan yang tidak lazim ini dengan gangguan kecemasan ialah bahwa respons kecemasan cukup berat sehingga bisa mengganggu kinerja individu, kehidupan keluarga, dan gangguan social.
Orang yang sebelumnya sudah mengalami gangguan mental adalah kelompok yang mungkin paling rentan terkena dampak psikis dari krisis ini. Begitu pula dengan anak-anak dan orang-orang yang turun langsung di lapangan untuk menghadapi virus corona, khususnya dokter atau tenaga kesehatan lain.
Efek fisik maupun psikologis yang bisa muncul meliputi rasa takut dan khawatir berlebihan terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang-orang tercinta, perubahan pola tidur dan pola makan, serta memburuknya masalah kesehatan yang sudah ada.
Berikut beberapa cara dapat membantu mengendalikan kecemasan dan menjaga kesehatan mental dalam menghadapi pandemi corona :
1. Cari sumber-sumber yang dapat dipercaya
Beragam informasi yang dibagikan oleh keluarga atau teman untuk memperluas informasi, sebaiknya lebih hati-hati karena tak menutup kemungkinan bahwa berita itu hoaks. Karena bias jadi yang mulanya merasa tenang, malah justru bisa lebih panik dan cemas. Pastikan selalu memantau perkembangan virus corona dari sumber-sumber yang benar-benar terpercaya. Contohnya dari situs WHOKementerian Kesehatan RI, dan Health Map
2. Jaga kesehatan dengan baik
Di tengah pandemi COVID-19 ini, salah satu hal yang dapat Anda lakukan agar lebih tenang adalah menjaga kesehatan. Saat Anda merasa tidak menjaga kesehatan diri dengan cukup baik, Anda mungkin akan lebih takut untuk tertular.
Terapkan pola hidup sehat dengan cara berikut:
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Konsumsi multi vitamin
  • Cukup tidur, setidaknya 7-9 jam sehari
  • Olahraga teratur
  • Berjemur terkena sinar matahari pagi 10-15 menit
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalur lebih sering

3.     Istirahat sejenak dari berita

Cemas juga akan muncul jika kita terus-menerus membaca, mendengar, dan menonton berita yang sebenarnya masih perlu dicermati terlebih dahulu dalam menerima informasi tersebut. Cobalah luangkan waktu untuk bersantai dan melakukan beberapa aktivitas yang Anda sukai. Misalnya, membaca buku, berkebun, mendengarkan musik atau podcast, menggambar, dan lainnya.

4.           Alihkan perhatian untuk sementara

Waspada boleh saja, tapi jangan melulu berfokus pada pandemi corona. Sesekali, Anda juga butuh untuk mengalihkan perhatian dan bersantai untuk beberapa waktu. Sebagai contoh yaitu bisa bermain bersama hewan peliharaan, berjalan mengelilingi rumah, merawat tanaman, dan banyak lagi.

5.           Berpikir positif

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memelihara pikiran positif. Mulai dari memberikan sugesti positif pada diri sendiri, lebih berfokus pada hal-hal baik dan menyenangkan dalam hidup, serta berbagi cerita dan canda dengan orang-orang tercinta maupun orang-orang yang membuat kita lebih semangat. Stres dan krisis emosional lainnya juga tidak boleh dianggap remeh. Jika ada kemudian seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental terkait pandemi corona yang sedang berlangsung, dapat disarankan untuk menghubungi pihak yang dapat membantu, seperti psikolog. Menghadapi wabah corona tanpa terpancing kepanikan maupun virus anxiety, niscaya dapat membantu Anda dapat menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah krisis ksehatan global ini. Pengaruhnya pun tak hanya baik untuk Anda pribadi, tapi juga orang-orang di sekitar Anda.

Referensi :
-     https://ugm.ac.id/id/newsPdf/18955-masyarakat-diminta-tidak-panik-hadapi-virus-corona
-      Maslim R. Diagnosis gangguan jiwa: rujukan ringkas dari PPDGJ-III. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya; 2001
-      Amir N. Buku ajar psikiatri. Edisi ke-2. Jakarta: FKUI; 2013



21601101006/Fidurroty Baidho

Post a Comment

0 Comments