Suatu ketika
saya menatap seorang senior yang sedang membentak mahasiswa baru dalam
rangkaian kegiatan orientasi. Terbersik dalam benakku akan upaya senior ini
untuk membentuk karakter mahasiswa baru di kegiatan tersebut akan terbuang
sia-sia. Bagaimana tidak, seorang mahasiswa hanya memiliki waktu setidaknya 5-8
jam sehari untuk berinteraksi dengan dunia kampus. Sedangkan sisa waktunya
dihabiskan bersama keluarga. Oleh karena itu, keluargalah yang berperan besar
dalam membentuk karakter seseorang. Sebagaimana halnya dengan upaya kesehatan
promotif dan preventif akan berjalan jauh lebih efektif dan efisien jika
dilakukan dengan pendekatan keluarga karena kita menghabiskan hampir separuh
hidup kita bersama keluarga.
Keluarga
merupakan lembaga terkecil dari masyarakat sehingga pemberdayaan masyarakat
harus dimulai dari pemberdayaan keluarga. Salah satu fungsi keluarga menurut
Friedman (1998) adalah fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (The Health Care Function). Fungsi ini
bertujuan untuk menjaga kesehatan anggota keluarga sehingga bisa tetap
produktif. Fungsi ini kemudian diejawantahkan oleh Kementerian Kesehatan dalam
buku Pedoman Umum Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga Tahun
2016. Disebutkan bahwa ada 5 tugas keluarga dalam memelihara kesehatan
diantaranya, mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota
keluarganya, mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat, memberikan
perawatan kepada anggota keluarga yang sakit, mempertahankan suasana rumah yang
menguntungkan untuk kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarganya,
dan mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan fasilitas
kesehatan. Pedoman ini menjadi acuan bagi stakeholder
lintas sektor untuk mendukung keberhasilan pendekatan keluarga untuk
Indonesia Sehat melalui 12 indikator keluarga sehat.
Lantas bagaimana
seorang mahasiswa dapat berpartisipasi dalam mendukung Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga?. Dalam buku pedoman yang telah disebutkan diatas, secara
eksplisit tanggung jawab mahasiswa dalam hal ini dibawah naungan Kemendikbud
dan Kemenristekdikti mencakup 3 poin indikator keluarga sehat. Ketiga poin
tersebut antara lain, pendidikan kesehatan reproduksi (poin nomor 1, keluarga
mengikuti program keluarga berencana), pemberlakuan kawasan dilarang merokok
(poin nomor 9, anggota keluarga tidak ada yang merokok), dan tersedianya jamban
yang sehat (poin nomor 11, keluarga mempunyai akses / menggunakan jamban yang
sehat). Meski demikian, sebagai mahasiswa kesehatan sudah seharusnya kita bisa
terlibat dalam promosi kesehatan di segala lini. Mulai dari kesehatan ibu dan
anak hingga keikut sertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Hal ini
dapat diwujudkan dalam setiap kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa di
kampus yang dikoordinir oleh kampus. Kegiatan pengabdian ini sebaiknya
dilakukan dalam satu program terpadu yang melibatkan mahasiswa dan sejalan
dengan program pendidikan di kampus. Sehingga setiap kegiatan pengabdian yang
dilakukan oleh mahasiswa dapat diapresiasi oleh kampus sebagai satuan kredit.
Begitu pula dengan tanggung jawab kampus dalam tri dharma perguruan tinggi
yaitu pengabdian masyarakat, dapat berjalan beriringan dengan kegiatan
tersebut.
Setiap tahun
mahasiswa kedokteran yang diterima kurang lebih 100 orang mahasiswa. Jika
setiap mahasiswa diberikan tanggung jawab masing-masing 1 keluarga untuk
menjadi binaannya selama 4 tahun, maka dalam satu periode kampus bisa membina
hingga 400 keluarga di sekitarnya. Begitu pula dengan materi yang disampaikan
oleh mahasiswa tersebut bisa diatur sesuai dengan blok yang sedang berjalan.
Sehingga materi yang didapatkan di kampus dapat segera diaplikasikan dalam
bentuk kegiatan promotif pada keluarga binaan masing-masing.
Ini hanyalah
satu contoh kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat dilakukan oleh mahasiswa,
tentunya dengan kerjasama yang baik dengan pihak kampus masing-masing. Dengan
wawasan kesehatan yang baik diperoleh di perkuliahan, teknologi komunikasi yang
semakin mudah serta program pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan
akademik maka sesungguhnya mahasiswa memiliki peran yang sangat strategis untuk
mewujudkan Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
Daftar Pustaka
-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
-Permenkes No. 39 tahun 2016 Tentang Pedoman
penyelenggaraan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga.
-Kementerian Kesehatan RI; 2016
Ananda Kumala Ansar/21501101035

0 Comments