Penyakit
kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama yang sering ditemui di
Indonesia. Angka kematian yang disebabkan karena penyakit tersebut mencapai 37%
di tahun 2013, dengan total kematian karena penyakit atau tidak sejumlah
1.551.000 jiwa. Data WHO menunjukkan menunjukkan 70% kematian di dunia
disebabkan oleh penyakit tidak menular, 45% nya disebabkan oleh penyakit
jantung dan pembuluh darah, yaitu 17,7 juta dari total 39,5 kematian.
Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 prevalensi penyakit jantung koroner nasional
sebesar 1,5%. Dari data-data tersebut membuktikan bahwa penyakit jantung
mempengaruhi sebagian besar angka kematian baik di Indonesia maupun dunia.
Penyakit
Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung
kekurangan darah karena adanya penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah
koroner akibat kerusakan dinding pembuluh darah (aterosklerosis).
Aterosklerosis disebabkan karena pengerasan dinding arteri yang diakibatkan
oleh adanya ateroma (plak kekuningan yang mengandung lemak, kolesterol,
sel-sel, dll) pada dinding pembuluh darah arteri. Penyumbatan ini jika
berlangsung lama dan semakin menumpuk, maka akan mengganggu sirkulasi peredaran
darah ke jantung, juga mengganggu pengangkutan oksigen ke sel yang dapat memberi
energi ke otot jantung. Jika pemberian suplai energi tersebut berhenti, maka
otot jantung akan berhenti memompa dan dapat terjadi henti jantung. Penyumbatan
atau penyempitan tersebut tidak hanya terjadi di jantung, melainkan dapat
menyumbat di pembuluh darah beberapa organ. Misal, jika tersumbat di daerah
otak maka akan menimbulkan stroke. Jika tersumbat di daerah mata, dapat
menyebabkan retinopati bahkan kebutaan. Apabila tersumbat di ginjal dapat
menyebabkan gagal ginjal.
Beberapa
gejala Penyakit Jantung Koroner yang harus kita ketahui, yaitu: 1.) Nyeri atau
rasa tidak nyaman di dada bagian tengah, menjalar ke dada kiri, leher, bahu
kiri, tangan kiri, serta punggung, 2.) rasa seperti tertekan , diremas-remas,
terbakar atau tertusuk, 3.) kadang disertai keringat dingin, mual, muntah,
lemas, pusing, serta pingsan, 4.) timbul tiba-tiba dengan intensitas tinggi,
ringan berat bervariasi. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi penyakit jantung
koroner antara lain merokok, kolesterol yang tinggi kisaran >200 mg/dl
dengan kadar HDL yang menurun <40 mg/dl. Menderita hipertensi dengan angka
diatas 140/90 mmHg atau penderita dalam pengobatan. Memiliki riwayat diabetes
melitus, faktor usia pria >45 tahun dan wanita >55 tahun, juga adanya
riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Beberapa
cara untuk meningkatkan gaya hidup sehat, terutama bagi yang belum menyandang
penyakit jantung koroner. Cek kesehatan secara berkala, menghilangkan asap
rokok atau dengan kata lain tidak merokok dan tidak berdekatan dengan perokok, rajin
aktifitas fisik baik olahraga maupun kegiatan sehari-hari. Olahraga yang
disarankan minimal 3 hari dalam satu minggu dengan intensitas minimal setengah
jam per hari. Diet sehat dan seimbang dengan menjaga jenis makanan yang
menyebabkan tingginya lemak dalam tubuh, juga menjaga keseimbangan nutrisi.
Istirahat yang cukup, dan harus bisa mengelola stres. Bagi seorang yang telah
menderita penyakit jantung koroner, ada beberapa hal yang harus dijadikan
catatan, yaitu, memeriksa kesehatan secara rutin tidak hanya berkala. Mengatasi
penyakit dengan pengobatan yang tepat sesuai anjuran dokter yang memeriksa.
Tetap melakukan aktifitas fisik dengan aman tanpa memaksa dan membahayakan diri
sendiri, menghindari konsumsi rokok dan minum alkohol serta zat karsinogenik
lainnya. Kontrol tekanan darah agar selalu <140/70 mmHg. Menurunkan kadar
kolestrol hingga <100 mg/dl jika masuk dalam kategori high risk. Meningkatkan
aktifitas fisik dengan intensitas minimal 5 kali seminggu selama 30 menit.
Daftar pustaka
Moda Arsana, P., Rosandi R., dkk. (2015). Panduan
Pengelolaan Dislipidemia di Indonesia. PB Perkeni, Indonesia.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, PEDOMAN
TATALAKSANA PENYAKIT KARDIOVASKULAR DI INDONESIA, 2012.
21601101031/Lufiyanto Nurhidayat

0 Comments