Menurut World
Health Organization (WHO) depresi menjadi
penyebab sebagian besar masalah gangguan kesehatan mental di seluruh dunia. Ada
sekitar 300 juta orang menderita penyakit mental ini. Dalam buku panduan
pedoman diagnostik gangguan jiwa (PPDGJ) dijelaskan bahwa depresi mempunyai 3
ciri utama, yang pertama terlihat sedih/murung, yang kedua kehilangan minat
akan sesuatu, dan yang ketiga berkurangnya produktifitas sehari-hari. Gejala
tersebut dialami sekurang-kurangnya selama 2 minggu. Depresi dapat disebabkan
oleh banyak hal seperti peristiwa traumatis, kegagalan dalam mengatasi berbagai
masalah dan mempunyai penyakit berat lainnya. Depresi juga menambah risiko
penyakit berbahaya dan gangguan kejiwaan termasuk kecanduan, perilaku bunuh
diri, diabetes, dan penyakit jantung.
Dalam data yang diperoleh WHO, menunjukkan bahwa masih banyak
negara yang tidak memiliki dukungan dalam mengatasi masalah gangguan mental ini
dan hanya separuhnya saja orang yang menderita depresi mendapat perawatan yang
memadai. Kurangnya dukungan penanganan untuk masalah kesehatan mental ini
disebabkan adanya ketakutan publik terhadap stigma depresi ini, dan membuat
banyak orang yang mengalami depresi tidak mendapat penanganan layak yang
sebenarnya dibutuhkan agar orang yang menderita depresi bisa menjalankan
kehidupan yang sehat dan produktif. Kondisi ini merupakan teguran bagi
semua negara untuk mempertimbangkan mengenai pendekatan mereka untuk meningkatkan
program penanganan yang memadai dan kebijakan mengenai sistem kesehatan
mental.
Depresi
merupakan gangguan mental yang dapat dicegah. Pencegahan untuk depresi
memerlukan kesadaran akan kondisi mental diri sendiri, semakin cepat menyadari
tanda-tanda depresi ketika muncul, semakin rendah juga dampak negatifnya.
Berikut adalah cara-cara pencegahan depresi; yang pertama ketika datang masalah
yang sulit dihadapi, dapat mencari rekan untuk fokus pada penyelesaian masalah
sehingga dapat mengurangi beben mental karena tekanan dari masalah yang sulit
dihadapi. Disini peran orang terdekat sangatlah penting, dengan menyadari tanda-tanda
depresi pada seseorang dapat mencegah dampak buruk yang dihasilkan karena
depresi.
Pencegahan
selanjutnya adalah menguatkan mental diri sendiri dengan cara menyesuaikan
harapan dengan kenyataan, sehingga tidak timbul ekspektasi yang terlalu tinggi
dan dapat menerima kenyataan ketika ekspektasi yang telah diusahakan tidak
tercapai. Jadi kesimpulannya pencegahan depresi meliputi 2 aspek yaitu
pentingnya orang terdekat sebagai support
untuk menguatkan ketika ada masalah dan pentingnya kekuatan mental diri sendiri
untuk bangkit mengatasi masalah.
Depresi juga
dapat disembuhkan dengan psikoterapi, psikoterapi dianggap sebagai
salah satu cara mengatasi depresi yang sangat efektif, karena terapi ini bisa
membantu mengenali dan mengubah pola pikir serta mengubah tingkah laku terhadap
suatu hal yang menjadi pemicu depresi. Dengan mengubah pola pikir, perilaku,
gaya hidup, dan memulai aktivitas fisik yang menyehatkan dapat mengurangi
gangguan akibat depresi dan melawan depresi. Bantuan obat-obatan juga akan
diberikan oleh psikiater sesuai kebutuhan, obat antidepresan tersebut akan
membuat saraf-saraf menjadi tenang. Psikoterapi juga mampu mencegah munculnya
depresi kembali pasca pengobatan.
Penulisan
artikel ini bertujuan untuk menyadarkan kita agar kedepannya mampu mencegah
munculnya depresi, pesan saya sebagai penulis artikel ini adalah kita harus
peka terhadap diri sendiri dan orang lain, itu akan mencegah dampak buruk yang
ditimbulkan karena depresi.
Sumber;
Maslim, Rusdi. (2013). Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III dan DSM-V. Cetakan 2 – Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya. Jakarta: PT Nuh Jaya
Maslim, Rusdi. (2013). Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III dan DSM-V. Cetakan 2 – Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya. Jakarta: PT Nuh Jaya
Phelps,
Jim. (2006). Why am I Still Depressed? Recognizing and Managing the Ups and
Down of Bipolar II and Soft Bipolar Disorder. USA: McGraw-Hill.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression
diakses pada 24 Maret 2020 21;08
21601101014/Brillian Nur Muhammad
21601101014/Brillian Nur Muhammad

0 Comments